Siswa Dilarang Rayakan Valentine di Sekolah
Mataram (Global FM Lombok) - <?xml:namespace prefix = o ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" />
Dinas Dikpora Kota Mataram melarang keras seluruh siswa di Kota Mataram, menggelar perayaan valentine di sekolah-sekolah. Larangan tersebut, telah dituangkan dalam surat edaran Dikpora yang ditujukan ke seluruh sekolah di Kota Mataram dan ditandatangani HL. Syafi’i selaku Kepala Dinas Dikpora Kota Mataram sebelum dilantik sebagai Kepala Dinas Dikpora NTB. Tidak hanya SMP dan SMA sederajat, tetapi mulai tingkat TK serta SD pun siswanya dilarang merayakan valentine di sekolah.
” Namun Dikpora kota ini tidak melarang, kalau valentine yang jatuh pada hari Minggu ( 14/2 ) depan dirayakan siswa di rumah atau luar sekolah. ” kata H.L. Syafi’i yang dikonfirmasi Global FM Lombok, jumat (12/2).
Perayaan hari kasih sayang atau valentine itu tidak mesti hanya dilakukan pada tanggal tersebut. Akan tetapi, setiap hari pun semua orang dapat memberi kasih sayang pada sesama. Menurutnya, perayaan valentine bukan budaya bangsa Indonesia, melainkan budaya barat yang masuk Indonesia akibat era globalisasi. Memang diakuinya, tidak ada yang salah dengan perayaan tersebut. Namun, terkadang sering disalahartikan sebagian remaja dengan melakukan perbuatan yang melanggar norma agama dan sosial ditengah masyarakat. Seperti berciuman antara lawan jenis, yang bukan pasangan sah atau muhrimnya. Implementasi yang baik adalah, memberikan salam hormat pada guru saat masuk ke ruang kelas.
Ditambahkannya, larangan perayaan valentine di sekolah sudah diberlakukan sejak tahun 2005. Namun, untuk menyegarkan kembali ingatan para siswa dan guru, sekiranya perlu dikeluarkan kembali edaran larangan perayaan menjelang hari kasih sayang. Ibaratnya, di saat pelaksanaan sholat Id, dimana Imam selalu mengingatkan jamaah terkait lafaz sholat Id. Sementara Plt Kepala Dinas Dikpora Kota Mataram HL. Makmur Said mengharapkan peran serta orang tua, dalam mengawasi aktivitas anaknya diluar. Kalaupun pada puncak valentine anaknya hendak keluar rumah, maka para orang tua diminta agar menanyakan dengan jelas tujuan atau alasan keluar. ( ady )

Comments
Post new comment