Stok Terbatas, Harga Elpiji dan Semen di NTB Masih Tinggi
Mataram (Global FM Lombok)-
Setelah harga semen yang terus melambung tinggi beberapa bulan terahir, kini masyarakat kembali dipusingkan dengan harga elpiji 3 kilo gram yang masih limit. Sejumlah pengecer mengaku menjual elpiji sampai 25 ribu per tabung karena limitnya stok yang tersedia. Padahal harga normalnya hanya 15 ribu per tabung. Sementara harga semen sampai saat ini masih berkisar antara 70 sampai 75 ribu rupiah per sak.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) NTB H.L Imam Maliki kepada Global FM Lombok menuturkan, hari ini pasokan elpiji dari Depo Manggis Bali sudah datang ke Lombok. Ia mengkalim, harga elpiji 3 kg akan beransur-ansur normal karena pasokan elpiji sudah datang sebanyak13 truk.
Sementara terkait dengan semen, Imam Maliki masih berpendapat bahwa tingginya harga semen diakibatkan oleh antrean panjang bongkar muat di pelabuhan Lembar. Kapal pengangkut semen tidak akan melakukan bongkar muat kecuali kapal pengakut sembako atau pupuk sudah terlebih dahulu melakukan bongkar muat sesuai dengan aturan yang ada. Akibatnya kapal pengangkut semen harus menunggu selama berminggu-minggu untuk bisa bongkar muat.
Dari data distribusi semen di NTB sebenarnya kebutuhan masyarakat sudah terpenuhi. Namun anehnya, harga semen justru tidak turun. Pihaknya bersama anggota kepolisian sudah menyelidiki dugaan kecurangan atau penumpukan yang dilakukan oleh distributor semen, namun sejauh ini polisi belum menemui indikasi kecurangan itu.
Maliki menururkan, penjualan semen mempunyai rantai yang cukup panjang sebelum barang itu sampai ke konsumen. Dari distributor ke pedagang, kemudian semen dijual ke pengecer, pihak pengecer kadang menjualnya lagi ke pengecer yang lain sehingga ditangan konsumen harga satu sak semen menjadi mahal. Namun rata-rata semen di NTB dijual dengan harga 70 sampai 75 ribu rupiah.(ris)-

Comments
Post new comment