Skip to Content

Suarakan Insentif dan Dukungan HAKI bagi WUB

Kreativitas Wira Usaha Baru (WUB) memerlukan dukungan pemerintah. Tak sekadar untuk eksistensi, tetapi juga ekspansi. Dalam dinamika WUB di NTB sudah mulai merangsang tumbuhnya sektor riil di tingkat grass root. Perkembangan lebih lanjut, Dinas Koperasi dan UMKM NTB menyuarakan adanya perhatian pemerintah daerah tak hanya di Provinsi, tetapi juga Kabupaten/kota untuk memberikan insentif bagi WUB.

 
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB, Ir. H. Moh. Rusdi, MM., mengatakan selevel pembuatan KTP (Kartu Tanda Penduduk), beberapa kabupaten seperti Lombok Timur, sudah membebaskan biaya. Dalam dunia usaha, ongkos sosial maupun ongkos administrasi bukan hal yang mustahil untuk dibebaskan.
 
“Insentif tentu saja sangat diperlukan oleh wira usaha baru kita. Katakan untuk mengakses modal di bank, mereka harus punya izin lebih dulu. Kalau izin-izin ini digratiskan bagi wira usaha baru, akan lebih baik. Karena yang kita lihat, misalnya Kabupaten Lombok Timur, Pemdanya sudah membebaskan biaya,” terang Rusdi, Rabu (14/9).
 
Keringanan biaya dalam bentuk insentif sangat berarti bagi WUB. Bahkan pemerintah juga berkepentingan secara langsung, karena berkorelasi dengan kuantitas dan kualitas pengusaha baru tersebut.
 
Seperti halnya banyak kalangan, Diskop dan UMKM NTB pun tak menginginkan data WUB yang direkapitulasi Kabupaten/kota sebatas pemenuhan target. Dalam hal ini, jumlah wira usaha baru itu harus dibarengi dengan kualitas.
 
Rusdi mencatat, sejak diprogramkan hingga dua setengah tahun berjalan, jumlah pengusaha baru sampai dengan Agustus 2010 mencapai 48,5 persen atau sekitar 48.500 orang lebih. Tentu saja, angka itu masih masuk dalam kategori mikro dan kecil yang butuh sentuhan taktis pemerintah daerah.
 
“Pertanyaannya mereka yang jadi pengusaha baru ini karena apa? Adakalanya motif menjadi pengusaha baru karena coba-coba atau sekadar mencari kesibukan, karena terpaksa akibat PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) atau pensiun, atau karena tidak diterima menjadi PNS. Kalau sudah demikian, biasanya pola pikir dan mentalnya masih terhambat untuk mencari aman atau belum berani mengambil risiko,” terang Rusdi.
 
Rusdi juga mencatat, beberapa hal yang menghambat lahirnya pengusaha baru di luar persoalan teknis dan fasilitas adalah justru lahir dari intern pengusaha baru itu sendiri. Antara lain hal-hal dimaksud takut gagal, berdalih tak punya modal, maunya untung besar tetapi enggan memulai dari hal-hal kecil, pernah gagal tetapi kapok mencoba lagi, serta lingkungan yang kurang mendukung, baik keluarga, sekolah maupun opini masyarakat.
 
Sebagai SKPD leading sector program ini, Dinas Koperasi dan UMKM NTB patut harap-harap cemas akan goal yang dicapai dalam 2,5 tahun terakhir. Apalagi jika bermuara pada orientasi penumbuhan pengusaha baru, yaitu mengentaskan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan di sisi lain meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
Patut diakui, penurunan angka kemiskinan yang dirilis BPS NTB (data terakhir sebanyak 19,73 persen dari 4,5 juta penduduk) tak terlepas dari peranan jalannya program pemerintah. Secara kasat mata, sektor apa lagi yang menurunkan angka pengangguran atau kemiskinan jika bukan usaha mikro dan kecil yang digeluti masyarakat. Lebih-lebih di NTB, tak ada industri riil skala menengah dan besar kecuali perusahaan rokok, Newmont dan Perhotelan.(ozie) 

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.