Sulit, Pengelolaan Mataram Mal Dialihkan ke Investor Lain
Mataram (Global FM Lombok) –
Adanya keinginan Legislatif Kota Mataram, yang menghendaki agar Eksekutif mencari investor pengganti PT. Pasifik Cilinaya Fantasi (PCF), ditanggapi dingin Wakil Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana. Menurutnya, pergantian pengelola Mataram mal yang saat ini dipegang PCF, tidaklah semudah membalik telapak tangan. Itu semua, perlu didiskusikan bersama antara PCF, Pemkot dan DPRD Kota Mataram.
” Dalam hal ini, Pemkot Mataram tidak mau gegabah dengan menghentikan PCF sebagai pengelola Mataram mal dan menyerahkan pengelolaan mal itu pada investor lain. ” ungkap H. Mohan Roliskana, kepada wartawan di ruang kerjanya Kamis (27/1).
Mohan menjelaskan, bisa saja langkah Pemkot itu akan disikapi PCF dengan mengajukan gugatan ke PTUN. Mengingat, kontrak kerja pengelolaan mal antara Pemkot dan PCF berlaku hingga 30 tahun. Sedangkan saat ini baru berjalan sekitar 10 tahun. Sejauh ini lanjutnya, dirinya pun belum mendengar secara langsung PCF akan hengkang dari Mataram mal. Mohan menilai, akar permasalahan ini hanya terletak pada nilai royalti mal yang dirasakan kalangan Dewan masih kecil.
Kalaupun Legislatif ingin menaikan nilai royalti, tentu perlu duduk bersama pula. Tidak dengan mengancam untuk mengganti pengelola mal ke investor lain. Memang diakuinya, apa yang menjadi aspirasi kalangan Dewam khusus royalti memang masuk akal. Itu seiring dengan perkembangan Kota Mataram, yang menjadi sentral perdagangan dan jasa didaerah NTB.
Mohan menjelaskan, Eksekutif pun akan melihat kedepan apakah nilai royalti ini perlu diubah atau dinaikan. Karena, semangat Pemkot Mataram menetapkan nilai royalty yang sangat kecil pada saat itu, yakni Rp 10 juta untuk menggairahkan investasi di Kota Mataram. Ketika ditanya apakah Pemkot sanggup mengambil alih pengelolaan mal, Mohan hanya menuturkan, kalau itu sangat sulit dengan kondisi keuangan yang terbatas. (ady)

Comments
Sebaiknya pengelolaan mataram
Sebaiknya pengelolaan mataram mall diserahkan saja ke pengusaha nasional, yaitu lippo group.
Post new comment