Skip to Content

Tarif Baru Parkir, Tunggu Persetujuan Wali Kota Mataram

Mataram (Global FM Lombok)-
 
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram, akan memberlakukan tarif parkir baru pada tahun 2012 mendatang. Tarif baru parkir nantinya, sebesar Rp 1.000 untuk motor dan Rp 2.000 untuk mobil. Perda yang yang mengatur tentang perubahan tarif parkir di tepi jalan umum, sudah ada di meja Wali Kota Mataram. Karena, perda itu telah ditetapkan pada tahun 2010 lalu dan belum diberi nomor.

 
“ Sampai saat ini kami masih menunggu persetujuan Wali Kota Mataram atas perubahan tarif parkir di peraturan daerah (Perda),” kata Kepala Dishub Kota Mataram H. Anis Mashyur,
Ditemui wartawan di kantor Wali Kota Mataram, Jumat (28/10).
 
Ia menjelaskan, pemberlakuan tarif parkir ini untuk menjawab kekesalan warga selama ini, atas penarikan parkir yang sudah Rp 1.000 bagi pemilik motor. Padahal, tarif parkir sesuai perda nomor 6 tahun 2006 masih berlaku, yakni untuk motor Rp 500 dan Rp 1.000 untuk mobil.
 
Anis mengutarakan, sejauh ini pihaknya masih mensosialisasikan atas rencana kenaikan tarif parkir ke masyarakat. Sehingga, nantinya masyarakat tidak kaget lagi atas pemberlakuan tarif baru parkir di tepi jalan.
 
Ia mengungkapkan, pihaknya juga akan menaikan target PAD pada sektor retribusi parkir di tahun 2012 sebesar Rp 50 persen. Dishub pun tak berani memasang target 100 persen, paska berlakunya tarif baru parkir. Karena, bisa saja nanti warga jarang keluar dan parkir di tepi jalan. Pada tahun 2011, target PAD Kota Mataram dari retribusi parkir sekitar Rp 1 milyar. (ady)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.