Skip to Content

Tas Protokol Kapolda NTB Raib di Bandara Selaparang

Mataram (Global FM Lombok) -
 
Sebuah tas ransel yang dibawa oleh Protokol Polda NTB yang ditugaskan untuk mengatur barang di Bandara Selaparang diduga hilang dibandara Selaparang senin (22/2) sore kemarin, sebelum Kapolda NTB, Brigjen Pol Arif Wachyunadi hendak terbang menuju Jakarta. Sementara, dari hasil penyelidikan petugas, tiga orang petugas Porter Bandara diamankan karena diduga sebagai penyebab hilangnya tas tersebut.
 
” Setelah diselidiki, diperkirakan tas tersebut terselip dibagasi Bandara. Namun, setelah ditemukan sebuah dompet warna hitam berisi uang senilai Rp 9,155 juta termasuk diantaranya mata uang asing sebanyak 92 dolar Amerika yang tersimpan didalam tas hilang diambil pelaku. ” kata Kapolres Mataram, AKBP I Nyoman Sukena Sik, ketika ditemui Global FM Lombok, di ruang kerjanya, selasa (23/2).

 
Dikatakannya, korbannya bernama Briptu Thamrin, langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas. Sukena melanjutkan, kedepan pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk mencari tahu jaringan pencuri tas yang ada di Bandara. Karena disinyalir di Bandara kerap terjadi kehilangan tas calon penumpang pesawat. Selain itu tegasnya, lemahnya sistem pengawasan di Bandara dikatakan Sukena, salah satu pemicu sering terjadinya kehilangan tas. Dicontohkannya, fasilitas X-ray untuk mengecek barang penumpang hanya bisa memonitor 20 buah tas. Selebihnya, tas penumpang dipastikan tidak akan bisa dikontrol.
 
Sukena juga menghimbau, jika masyarakat mengalami kehilangan agar secepat mungkin melaporkan kepada Pos Pol KP3 Bandara. Karena mnurutnya, semakin cepat dilaporkan maka penanganannya akan semakin cepat diungkap. Meskipun penumpang pesawat telah sampai ketujuan agar segera menghubungi sanak famili atau keluarga terdekat untuk melaporkan kepada pihaknya jika merasa menjadi korban kehilangan barang bawaan. Yang disayangkan selama ini tambah Sukena, yakni sudah sering masyarakat penumpang pesawat yang menjadi korban kehilangan di Bandara namun tidak pernah dilaporkan kepada pihaknya.
 
Sebelumnya, Kasat Rekskrim Polres Mataram, AKP Andie Dady Nurcahyo, kepada Global FM Lombok, diruang kerjanya, merincikan, tiga orang petugas Porter Bandara Selaparang Mataram yang menjadi tersangka pencuri tas yang dibawa protokoler Polda NTB itu yakni, M.Masriadi selaku otak komplotan, Darmawanto selaku saksi, dan M.Fajri selaku eksekutor. Ketiga orang ini tambahnya, berhasil diungkap pihaknya sekitar pukul 2 selasa (23/2) dini hari. Setelah diperiksa, para pelaku ini mengakui perbuatannya dan juga mengaku jika mereka sering mengambil barang-barang yang tersimpan didalam tas penumpang.
 
Modusnya dijelaskan Andie, pelaku sejak awal sudah tau bahwa didalam tas korban terdapat uang yang tersimpan didalam dompet. Selain itu, didalam tas juga terdapat sebuah HP, kartu ATM, serta barang-barang lainnya. Namun yang diambil hanya dompet yang berisi uang sebesar Rp 9 juta lebih. Namun saat proses pembagian hasil curian, Fajri yang bertugas sebagai eksekutor justru berbuat licik. Uang sebesar Rp 9,115 juta dilaporkan kepada teman-temanya hanya Rp 600 ribu. Selanjutnya, kedua rekannya diberi masing-masing Rp 150 ribu. Hingga akhirnya perbuatan pelaku berhasil terungkap setelah petugas melakukan olah TKP dengan melibatkan anjing pelacak Polda NTB. (Lan)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Hadapi Pemilu, PAN NTB Konsolidasi Total

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
DPD PAN NTB sedang melakukan sebuah konsolidasi total dari tingkat daerah hingga tingkat masyarakat terkecil yakni RT. Pihaknya akan melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) ditingkat kecamatan hingga Muswarah Ranting (Musran) ditingkat desa, pembentukan rayon ditingkat dusun serta sub rayon ditingkat RT.

Dipimpin Sujirman, Fraksi PDIP Absen Ikuti Sidang Paripurna

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Sikap keras fraksi PDI P di DPRD NTB semakin terlihat jelas pada saat sidang paripurna DPRD NTB yang digelar Senin (6/02) pagi dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi terhadap dua raperda prakarsa dewan. Seluruh anggota fraksi PDIP absen mengikuti sidang paripurna. Adapun pandangan umum fraksi PDIP diserahkan kepada Sekretaris Dewan tampa dibacakan lansung didalam forum sidang tersebut.

Musda PAN Lotim Deadlock, DPD Akan Diurus DPW

 Mataram (Global Fm Lombok)-
 
Kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) PAN Lombok Timur (Lotim) yang digelar Minggu (29/01) lalu  berakhir dengan deadlock. Sebagian besar kandidat ketua DPD PAN Lotim memandang kegiatan Musda yang berlansung tidak sah karena sejumlah peserta walk out dari sidang. PAN Lotim akan ditangani secara lansung oleh DPW PAN NTB jika sampai tanggal 31 Januari ini peserta Musda tidak menemui kata sepakat.

Ekonomi

  • Stok Terbatas, Harga Elpiji dan Semen di NTB Masih Tinggi

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Setelah harga semen yang terus melambung tinggi beberapa bulan terahir, kini masyarakat kembali dipusingkan dengan harga elpiji 3 kilo gram yang masih limit. Sejumlah pengecer mengaku menjual elpiji sampai 25 ribu per tabung karena limitnya stok yang tersedia. Padahal harga normalnya hanya 15 ribu per tabung. Sementara harga semen sampai saat ini masih berkisar antara 70 sampai 75 ribu rupiah per sak.

  • Iklim Investasi Bagus, Keamanan Daerah Menjadi Penghambat

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Iklim investasi di provinsi NTB secara umum mengalami kemajuan. Hal itu terlihat dari hasil survey Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), dimana posisi provinsi NTB yang semua berada di papan bawah telah terdongkrak ke papan tengah. Salah satu yang membuat tren positif investasi daerah yakni factor infrastruktur yang terus mengalami peningkatan.

  • Pelanggan Broadband Telkomsel di NTB Bertambah 40 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Penggunaan layanan data berbasis pita lebar (broadband) pelanggan Telkomsel tahun 2011 di wilayah Bali dan Nusa Tenggara meningkat 100 persen dibandingkan trafik layanan data tahun 2010. Di mana, broadband tahun 2010 sebesar 1,8 terabyte per hari menjadi 3,5 terabyte per hari tahun 2011. Khusus di NTB, jumlah pelanggan broadband Telkomsel bertambah 40 persen. Melihat prilaku komunikasi pelanggan Telkomsel di NTB, diperkirakan jumlah pengguna layanan broadband tahun 2012 ini akan meningkat 30 persen.