Tidak Tepat Persoalan Bima Diselesaikan Dengan Politik
Mataram (Global Fm Lombok)-
Ketua DPW PKS NTB Suryadi Jaya Purnama menilai persoalan Bima tidak tepat jika diselesaikan dengan tindakan politik. Masalah mencabut dukungan atau tidak bukan merupakan kebutuhan masyarakat, justru dikhawatirkan akan memperkeruh suasana di Bima saat ini. .
Suryadi Jaya Purnama kepada Global FM Lombok di Mataram Selasa (31/01) menegaskan, yang terpenting saat ini bagaimana menyelesaikan masalah pertambangan serta segala aksesnya, termasuk didalamnya persoalan kerusuhan dan pembakaran. Dengan demikian, tidak tepat melakukan evaluasi pola hubungan politik antara partai dengan kepala daerah.
Menurut pimpinan DPRD NTB ini, yang dibutuhkan oleh masyarakat Bima yakni solusi pertambangan baik solusi jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Solusi jangka pendek meliputi penuntasan proses penegakan hukum, sementara penanganan jangka menengah seperti melakukan revisi terhadap undang-undang serta penanganan jangka panjang yang meliputi penyiapan SDM yang handal bagi masyarakat local sehingga mampu mengelola pertambangan dengan baik.
Sebelumnya, ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat mengaku sudah mencabut dukungan politik ke Bupati Bima Ferry Zulkarnaen. Ia beralasan, Bupati Ferry sangat lamban dalam mengakomodir keinginan rakyat dengan mencabut SK No 188/2010 tentang Izin tambang untuk PT Sumber Mineral Nusantara.

Comments
Maunya PKS apa...? Jangan
Maunya PKS apa...? Jangan mentang2 punya suara di NTB asal bicara saja. Penyelesaian secara bisnis/ekonomi, apa? Ya, itu mah yg jadi inti masalahnya. Selain lingkungan rusak, tanah rakyat dirampas, juga yang menikmati kan elit2 saja (tak tahulah apa tuan guru ada yg ambil kesempatan dlm kesempitan), ya dari saham, keuntungannya nantinya, atau komisi2 gitu. Apa itu maunya PKS?
Post new comment