TIME Mampu Dongkrak Perekonomian NTB
Mataram (Global FM Lombok) -
Secara sektoral, ekonomi NTB triwulan IV-2009 dibandingkan triwulan IV-2008 mengalami perkembangan cukup menggembirakan. Diantaranya adalah dari sektor pertambangan, industri, listrik, air bersih, bangunan, perdaganagn , hotel dan restoran, lembaga keuangan dan sektor jasa. Dampak makro yang terlihat Badan Pusat Statistik (BPS), pertemuan Tourism Indonesia Mart and Expo (TIME) beberapa waktu lalu dicatat telah mampu mendongkrak produk domestic regional bruto (PDRB), khususnya sub sektor hotel.
” Khusus perkembangan pariwisata NTB, pada awal triwulan IV-2009 akibat pertemuan 500-an orang pengusaha travel kelas dunia dengan pengusaha travel NTB dirasa telah menunjukkan pertumbuhan yang cukup positif. ” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Soegarenda, MA, kepada Reporter Global FM Lombok, di ruang kerjanya, Jum’at (12/2).
Soegarenda mengungkapkan, dampak TIME akan dirasakan tidak saja saat ini. Namun akan lebih dirasakan lagi beberapa tahun mendatang. Terlebih dalam dunia pariwisata, yang dampak pertumbuhan ekonomi ini akan lebih dirasakan langsung oleh masyarakat. Marketing TIME terlihat jelas pada perhotelan. Persoalan pertumbuhan industri saat ini memang bisa menjadi perdebatan. Namun berdasarkan fakta angka kunjungan wisata, diklaim juga oleh pihak BPS ini sebagai indikator nyata adanya pertumbuhan positif dunia pariwisata yang dimulai dengan adanya pertemuan kelas dunia itu.
Dicontohkan Soegarenda, pelaksanaan World Oceans Conference (WOC) di Manado beberapa waktu lalu memiliki dampak yang sangat luar biasa. Tidak saja bagi Manado, namun Indonesia di mata dunia. Begitupun setidaknya dampak dari pelaksanaan TIME yang mempertemukan pengusaha-pengusaha pariwisata tingkat dunia yang jelas memiliki dampak positif bagi perkembangan pariwisata NTB.
Data angka kunjungan wisata dilansir BPS, khususnya yang menginap di hotel berbintang saja mencapai 20.395 orang. Jumlah itu mengalami peningkatan 2,12 persen dibandingkan bulan Nopember 2009 sebanyak 19.972 orang. Sementara, dibandingkan dengan bulan Desember 2008, sebanyak 18.602, maka mengalami peningkatan 9,64 persen. (ozi)

Comments
Post new comment