Tinggalkan Paket Wisata Conventional
Giri Menang (Global FM Lombok) –
Kepala Seksi (Kasi) Usaha Jasa Pariwisata Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar), Drs. Supomo, MM, meminta agar pelaku pariwisata di NTB untuk dapat meninggalkan paket wisata conventional atau monoton. Sebab, perkembangan pariwisata di dunia semakin pesat dan cepat, sehingga mempengaruhi keinginan wisatawan mencoba hal – hal yang baru dan unik.
“ Paket wisata yang dibuat harus bisa menarik wisatawan untuk mencobanya. Caranya, keunikan atau kekhasan yang dimiliki daerah harus menjadi ikon atau lebih ditonjolkan dalam sebuah paket wisata. “ imbuh Drs. Supomo, MM, kepada wartawan, disela acara workshop fasilitas penyusunan paket wisata tematik NTB, di Hotel Bintang Senggigi Lombok Barat (Lobar), Kamis (5/8).
Supomo menilai potensi destinasi wisata dan event budaya NTB banyak yang bisa dijual, seperti pantai, gendang beleq, mutiara dan lain sebagainya. Dalam penyusunan paket wisata hendaknya juga menggandeng lintas sector yang sesuai dengan amanah UU No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Pelatihan penyusunan paket wisata di NTB dilakukan 2 tahap.
“ Selain di NTB, juga digelar di 9 provinsi lainnya, seperti Bangka Belitung, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. “ sebutnya.
Kepala Disbudpar NTB, Drs. L. Gita Aryadi, M.Si, mengungkapkan, pihaknya akan tetap mempertahankan leisure dan Meeting Incentive Convention and Exhibition (MICE) sebagai salah satu daya tarik NTB. Selain itu, berbagai event berkelas nasional hingga internasional akan digelar, seperti Lombok Begendang, The Master of Gendang Beleq, Perkusi International, Festival Kuda Bima, Festival Internasional Lakey, Festival Keraton Nusantara dan lainnya.
“ Begitu juga dengan acara yang digagas Kemenbudpar di NTB, seperti Sail Lombok 2012. Dalam hal ini, para pelaku wisata di NTB hendaknya mempersiapkan diri untuk itu. Mau tidak mau akan banyak wisatawan datang dan memerlukan banyak kamar hotel serta fasilitas wisata lainnya. “ paparnya.
Gita juga meminta semua pihak dapat mendukung program Visit Lombok Sumbawa (VLS) 2012, sehingga menjadi gawe bersama. Khusus bagi Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB agar dapat menyediakan armada transport, baik udara, darat dan laut yang nyaman serta aman bagi para wisatawan. Jangan sampai, transport yang tidak baik itu, menjadi kuburan berjalan bagi para wisatawan.
“ Penyusunan paket wisata yang baik juga terkendala dengan frekwensi penerbangan dari maskapai yang ada, sehingga diperlukan loby khusus agar maskapai penerbangan mau menambah jam terbangnya dari dan ke NTB. “ tutupnya. (ozi)

Comments
Post new comment