Skip to Content

Tingkatkan Kualitas CTKI Sebelum Moratorium Dibuka

Mataram (Global FM Lombok)-
Kebijakan moratorium pengiriman TKI ke beberapa negara Asia Pasifik dan Timur Tengah dinilai sebagai momentum yang berharga untuk mempersiapkan Calon TKI yang berkualitas. Harus diakui, pemerintah Indonesia lebih banyak mengirim TKI untuk ditempatkan disektor kerja yang kasar dan penata laksana rumah tangga. Di Provinsi NTB, Pemda diharapkan memaksimalkan upaya pendidikan dan pelatihan bagi Calon TKI agar mereka memiliki nilai tawar yang baik dinegara tujuan.

 
Anggota komisi IV DPRD NTB TGH Hazmi Hamzar kepada Global FM Lombok Sabtu (12/11) siang mengatakan, tidak ada pilihan yang terbaik bagi calon TKI agar mampu lebih dihargai dinegara tujuan selain meningkatkan kapasitas keterampilan dan pengetahuan. Peningkatan keterampilan meliputi penguasaan terhadap pemakaian alat-alat modern dilingkungan kerja atau didalam rumah tangga. Sementara pengetahuan meliputi pemahaman bahasa asing, budaya serta adat istiadat negara yang dituju.
 
Hazmi menginginkan agar Calon TKI yang diberikan pelatihan dan pendidikan itu dibekali dengan sertifikat keahlian. Sehingga disektor manapun mereka akan bekerja, TKI mampu dihargai karena keterampilan serta keahalian yang dimilikinya. Contoh kecil saja, dinegara-negara maju, tenaga penata laksana rumah tangga akan menyetrika pakaian majikannya dengan setrika uap, dapur yang dilengkapi dengan alat yang modern serta menu yang harus disajikan mempunyai perbedaan dengan karakter menu didalam negeri.
 
Selain upaya memberi pelatihan dan pendidikan bagi calon TKI dengan optimal, pemerintah daerah diharapkan mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat untuk mengurangi angka pengangguran terbuka. Misalnya saja, dikawasan Bandara Internasional Lombok dan pariwisata, pemerintah bisa memberikan dana yang memadai untuk menumbuhkan sector UMKM.
 
Sampai saat ini, moratorium pengiriman TKI ke Arab Saudi untuk tenaga informal masih berlaku. Moratorium akan dicabut setelah kedua negera menyepakati MoU terkait dengan perlindungan TKI. Sementara moratorium ke negera Malaysia rencananya akan dibuka tanggal 1 Desember mendatang.
Diharapkan semua PTKIS dan PJTKI serta masyarakat yang ingin bekerja ke Malaysia betul-betul menggunakan visa kerja dan tidak lagi bekerja tanpa identitas yang pasti merugikan TKI itu sendiri.(ris)-

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.