Tradisi Penampahan Awali Kemeriahan Ramadhan Bagi Masyarakat Lombok
Giri Menang (Global FM Lombok) -
Tradisi Bebersinan atau yang biasa di sebut Penampahan menjadi kemeriahan tersediri bagi masyarakat pulau Lombok dalam mengawali bulan suci Ramadhan. Selain itu, ada juga masyarakat yang melakukan tradisi ziarah kubur ke makam – makam para alim dan ulama besar. Selanjutnya, umat islam di pulau Lombok menggelar tradisi salam – salaman atau bermaaf – maafan dengan keluarga, kerabat dan tetangga masing – masing. Tradisi semacam itu memang dilakukan setiap muslim yang ada di Indonesia, termasuk NTB dengan nama yang berbeda – beda.
Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hikmah Desa Langko Kecamatan Lingsar Lombok Barat (Lobar), TGH. Azhar Rosyidi, kepada wartawan, Selasa (10/8) mengatakan, penampahan atau bebersinan merupakan tradisi yang biasa dilakukan masyarakat muslim di pulau lombok sejak nenek moyang terdahulu. Tradisi ini dilaksanakan satu hari sebelum dilaksanakannya Ibadah Puasa dan satu hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Penampahan dalam bahasa sasak dapat diartikan pemotongan hewan seperti sapi dan kambing untuk kebutuhan memasuki bulan ramadhan.
Lebih jauh Azhar menambahkan, penampahan merupakan bentuk pengorbanan masyarakat untuk bebersinan, yang berarti membersihkan diri dari dosa dalam memasuki bulan Ramadhan. Bagi umat muslim yang melakukan itu, maka akan bisa menjalankan ibadah puasa sudah dalam keadaan bersih. Setelah tradisi Penampahan, dilanjutkan dengan tradisi roah atau zikiran bersama di Masjid, Musholla, bahkan rumah masing - masing warga dengan mengundang tokoh agama (Toga) dan warga lainnya. Acara roah itu biasanya dilakukan pada malam pertama memasuki bulan Ramadhan. (ozi)

Comments
Post new comment