Skip to Content

Travel Agent di NTB Jangan Jadi Apotik

Giri Menang (Global FM Lombok) –
 
Kepala Penelitian dan Pengembangan (Litbang) DPP ASITA, Prof. Nicolaus Lumanauw, Ph.D, meminta agar Travel Agent di NTB tidak menjadi toko Apotik. Dimana, sebuah toko Apotik biasanya hanya menjual barang yang laku. Travel Agent harus jeli melihat peluang pasar dan perkembangan minat serta keinginan wisatawan yang terus mengalami perubahan. Sebagai sebuah industry, Travel Agent harus mampu membuat paket – paket wisata yang inovatif dan kreatif, sehingga wisatawan penasaran ingin membelinya.

 
“ Dalam membuat paket wisata didahului dengan mengenal betul potensi budaya dan destinasi wisata yang dimiliki daerahnya. “ tegas Prof. Nicolaus Lumanauw, Ph.D, kepada wartawan, disela acara workshop fasilitas penyusunan paket wisata tematik NTB, di Hotel Bintang Senggigi Lombok Barat (Lobar), Kamis (5/8).
 
Nicolaus menegaskan, pekat wisata harus memiliki magnetic, sebagai daya tarik wisatawan. Adanya perhelatan sepak bola piala dunia misalnya, memiliki magnetic yang bisa menyedot jutaan wisatawan dunia. Di NTB sendiri, berbagai event nasional dan internasional akan bisa menjadi magnetic dalam penyusunan paket wisata. Beberapa diantaranya, Festival Internasionl Lakey, Festival Kuda Bima, Perkusi Internasional, The Master of Gendang Beleq dan lain sebagainya.
 
Lebih jauh Nicolaus menjelaskan, paling tidak ada 3 perubahan yang harus segera dilakukan Travel Agent di NTB agar dapat menyeimbangi pangsa pasar dan bisnis pariwisata dunia. Ketiga perubahan itu, yakni management change, technology change dan social change. Perubahan management erat hubungannya dengan tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) professional di bidang pariwisata. Indonesia menjadi Negara pertama di ASEAN yang sudah memiliki standar kompetensi pariwisata dan akan diterapkan di Negara lainnya. Lembaga Standar Kompetensi Pariwisata (LSKP) sudah terbentuk di Indonesia.
 
Pelaku wisata di NTB, termasuk Travel Agent harus memiliki SDM yang sudah memiliki sertifikat kompetensi pariwisata, agar produk paket wisata yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pasar dunia. Sebab, akan terjadi persaingan yang cukup ketat dari para pelaku pariwisata di tingkat dunia untuk bisa menarik sebanyak – banyaknya wisatawan berkunjung ke daeranya masing – masing dan membeli paket wisata yang ditawarkan.
 
“ Hasil penelitian dan survey ASITA, hampir 70 persen kunjungan wisatawan ke suatu daerah, akibat adanya pemberitaan yang menarik dari media massa terhadap sebuah destinasi wisata. Itulah sebabnya, Travel Agent di NTB harus merubah technology dan social, khususnya bagi kalangan pers. “ pintanya.(ozi)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Dipimpin Sujirman, Fraksi PDIP Absen Ikuti Sidang Paripurna

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Sikap keras fraksi PDI P di DPRD NTB semakin terlihat jelas pada saat sidang paripurna DPRD NTB yang digelar Senin (6/02) pagi dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi terhadap dua raperda prakarsa dewan. Seluruh anggota fraksi PDIP absen mengikuti sidang paripurna. Adapun pandangan umum fraksi PDIP diserahkan kepada Sekretaris Dewan tampa dibacakan lansung didalam forum sidang tersebut.

Musda PAN Lotim Deadlock, DPD Akan Diurus DPW

 Mataram (Global Fm Lombok)-
 
Kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) PAN Lombok Timur (Lotim) yang digelar Minggu (29/01) lalu  berakhir dengan deadlock. Sebagian besar kandidat ketua DPD PAN Lotim memandang kegiatan Musda yang berlansung tidak sah karena sejumlah peserta walk out dari sidang. PAN Lotim akan ditangani secara lansung oleh DPW PAN NTB jika sampai tanggal 31 Januari ini peserta Musda tidak menemui kata sepakat.

Aliansi Hijau PBB-PKNU, Upaya Perkuat Politik Jelang Pemilu

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
DPP Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dan Partai Bulan Bintang (PBB) mendeklarasikan Aliansi Hijau di Jakarta, tanggal 20 Desember lalu. Aliansi Hijau merupakan kesepakatan PKNU dan PBB untuk bergabung dalam format konfederasi secara permanen, dan akan berjuang bersama-sama agar dapat menjadi peserta Pemilihan Umum 2014. Didaerah, Aliansi Hijau ini diupayakan untuk memperkuat posisi tawar politik baik di Pilkada muapun di Pemilu mendatang.

Ekonomi

  • Stok Terbatas, Harga Elpiji dan Semen di NTB Masih Tinggi

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Setelah harga semen yang terus melambung tinggi beberapa bulan terahir, kini masyarakat kembali dipusingkan dengan harga elpiji 3 kilo gram yang masih limit. Sejumlah pengecer mengaku menjual elpiji sampai 25 ribu per tabung karena limitnya stok yang tersedia. Padahal harga normalnya hanya 15 ribu per tabung. Sementara harga semen sampai saat ini masih berkisar antara 70 sampai 75 ribu rupiah per sak.

  • Iklim Investasi Bagus, Keamanan Daerah Menjadi Penghambat

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Iklim investasi di provinsi NTB secara umum mengalami kemajuan. Hal itu terlihat dari hasil survey Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), dimana posisi provinsi NTB yang semua berada di papan bawah telah terdongkrak ke papan tengah. Salah satu yang membuat tren positif investasi daerah yakni factor infrastruktur yang terus mengalami peningkatan.

  • Pelanggan Broadband Telkomsel di NTB Bertambah 40 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Penggunaan layanan data berbasis pita lebar (broadband) pelanggan Telkomsel tahun 2011 di wilayah Bali dan Nusa Tenggara meningkat 100 persen dibandingkan trafik layanan data tahun 2010. Di mana, broadband tahun 2010 sebesar 1,8 terabyte per hari menjadi 3,5 terabyte per hari tahun 2011. Khusus di NTB, jumlah pelanggan broadband Telkomsel bertambah 40 persen. Melihat prilaku komunikasi pelanggan Telkomsel di NTB, diperkirakan jumlah pengguna layanan broadband tahun 2012 ini akan meningkat 30 persen.