Skip to Content

Upal di Indonesia Belum Memprihatinkan

Jakarta (Global FM Lombok)-
 
Kepala Biro Kebijakan Pengedaran Uang Bank Indonesia (BI) Eko Yulianto mengatakan, peredaran uang palsu (Upal) di Indonesia belum terlalu mengkhawatirkan, jika dibandingkan dengan beberapa Negara di dunia. Dimana, dalam satu juta lembar uang, rata-rata hanya ditemukan 7 lembar Upal. Berbeda dengan Negara-negara lain, seperti Inggris, Amerika dan Eropa. Inggris dari 1 juta lembar ditemukan 299 Upal, Amerika 199 Upal dan beberapa Negara Eropa 55 lembar.

 
“ Melihat angka itu, jumlah peredaran Upal di Indonesia masih terbilang sedikit. Kendati demikian, hal itu tidak membuat kita harus lengah. Sebab, setiap tahun laporan ditemukan Upal dan masuk ke BI mengalami peningkatan. Hal itu menandakan, masyarakat Indonesia sudah mulai cerdas membedakan uang asli dan palsu,” kata Eko Yulianto, saat berdialog dengan Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis (Forta Ekbis) NTB, di kantornya, Kamis (10/11).

Eko menuturkan, dalam mempersulit pemalsuan uang, BI meluncurkan uang kertas dengan desain baru, tanggal 31 oktober 2011. Uang kertas desain baru tersebut terdiri atas nominal Rp 20.000 tahun emisi 2004,  Rp 50.000 tahun emisi 2005, dan Rp 100.000 tahun emisi 2004. Sekilas uang kertas baru ini tidak berbeda dengan uang lama.
 
“ Ada tiga fitur tambahan yang terdapat dalam desain baru, yaitu memunculkan warna pelangi bila dilihat dari samping (rainbow printing), kode khusus bagi tuna netra (blind code), elemen desain yang berupa bulatan-bulatan di samping gambar utama pada bagian depan dan belakang uang,” terangnya.
 
Selain itu lanjut Eko, fitur blind code terletak di bagian muka pada pojok kiri bawah. Warnanya hitam, dan terasa bila diraba. Pada desain lama, kode ini tidak kasat mata, namun pada desain baru, kode ini kasat mata karena diberi warna. Untuk uang pecahan Rp 20.000, blind code ditunjukkan dengan simbol dua buah kotak, dua segitiga terbalik untuk pecahan Rp 50.000, dan dua lingkaran untuk uang pecahan Rp 100.000.
 
Sementara pada uang pecahan Rp 100.000, terdapat penambahan tulisan Dewan Perwakilan Daerah pada gambar utama di bagian belakang uang. Unsur pengaman berupa Irisafe yang terletak di samping kanan gambar utama pada bagian depan uang juga dihilangkan. Uang desain terbaru ini juga telah ditandatangani pejabat yang berbeda dari uang kertas pecahan lama. (ozi)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.