Wagub NTB Kecewa Kinerja Kadistan TPH dan Kadisbun
Mataram (Global FM Lombok)-
Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Ir. H. Badrul Munir, MM, mengaku kecewa dengan kinerja dari Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) NTB, dan Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) NTB. Di mana, kedua Kepala Dinas (Kadis) tersebut telah ditugaskan untuk membuat skenario penanaman dan pengembangan tanaman Jarak Kepyar dengan sistem tumpang sari, tetapi tidak kelar.
“ Padahal, waktu yang diberikan cukup lama untuk merampungkannya. Terlebih, kedua pejabat tersebut tidak hadir dalam rapat antara dinas/instansi terkait dengan investor PT. Bio Greenland,” kata Ir. H. Badrul Munir, MM, pada acara ekspose investasi jarak kepyar PT. Bio Greenland dengan Dinas/instansi terkait di kantor Badan Penanaman Modal (BPM) NTB, Kamis (8/9).
Badrul menuturkan, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) NTB harus dapat menunjukkan kinerjanya dengan baik secara nyata, bukan hanya berwacana dan berhayal-hayal. Selain itu, pejabat di SKPD NTB hendaknya meninggalkan pola pikir ingin bekerja, jika ada dana APBD atau APBN yang tersedia. Pola pikir itu harus segera dibuang jauh, karena sudah kuno.
“ Sebagai contoh, PT. Bio Greenland sudah membangun pabrik yang memproduksi castor oil dan castor cake di Sumbawa dengan nilai investasi Rp 70 miliar. Perusahaan tersebut akan menyediakan bibit, teknologi dan menjamin akan membeli biji jarak kepyar di tingkat petani NTB mencapai 12 ribu ton per tahun. Tetapi, tahun 2011 ini hanya bisa dibeli dari petani hanya 300 ton atau kurang 11.700 ton,” tegasnya.
Kekurangan itulah kemudian, perusahaan sebagai investor meminta kepada Pemprov NTB untuk memenuhinya. Dalam hal ini, Distan TPH dan Disbun dijadikan sebagai leading sektor untuk menyusun skenario penanaman jarak kepyar di NTB, sehingga memenuhi produksi pabrik. Peluang itu harus segera diambil, karena membangun pabrik di NTB sangat sulit, tetapi pabrik itu sekarang sudah ada.
Menurut Wagub, skenario penanaman jarak kepyar yang baik dengan tumpang sari bersama jagung, yakni jangan sampai petani jagung merugi. Tetapi, petani jagung yang menanam jarak dengan tumpang sari akan mendapat nilai tambah atau lebih untung. Dalam rapat dan ekspose itu, akhirnya disimpulkan beberapa hal, yakni membentuk tim teknis pengembangan jarak kepyar dan menyusun skenario penanaman jarak di NTB paling lambat akhir September 2011.
Selain itu, melakukan persiapan pembentukan sister province yang akan dilakukan antara Gubernur NTB dengan Gubernur Akita Jepang terkait investasi tersebut pada bulan Januari 2012. (ozi)

Comments
Post new comment