Walau Mendesak, OP Gula Belum Bisa Dilakukan
Mataram (Global FM Lombok) – <?xml:namespace prefix = o ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" />
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, H. Hery Erpan Rayes, menegaskan, walau mendesak, operasi pasar (OP) gula belum bisa dilakukan. Sebab, gula yang akan digunakan untuk melakukan OP belum ada dan masih menunggu kiriman dari pemerintah pusat. Diharapkan, pada minggu awal bulan februari mendatang, gula import dari Thailand yang dikirim dari pemerintah pusat itu sudah ada di NTB.
” Dimana, NTB mendapat jatah gula import sebanyak 9.000 ton untuk persediaan hingga bulan mei 2010. Jumlah itu lebih rendah dari yang diajukan sebanyak 3.500 ton per bulannya. ” ungkap H. Hery Erpan Rayes, kepada Reporter Global FM Lombok, disela acara evaluasi kinerja SKPD NTB di Ruang Rapat Utama (RRU) Kantor Gubernur NTB, Senin (25/1).
Erpan mengatakan, Indonesia saat ini masih kekurangan gula sebanyak 500 ribu ton, sehingga harus mengimport gula dari Thailand. Belum diketahui, kapan gula import itu akan dikirim ke Indonesia. Gula import inilah yang kemudian akan digunakan untuk dilakukan OP gula di sejumlah daerah, termasuk NTB. Sebab, harga gula di pasar dinilai sudah tinggi, yakni Rp 12.000 per kilogram yang idelanya harga gula Rp 6.000 hingga Rp 7.000.
Erpan memaparkan, stok gula murni yang ada saat ini di sejumlah distributor gula sebanyak 120 ton untuk persediaan hingga bulan januari. Pemerintah pusat akan menambah stok gula NTB sebanyak 25 ton dari 100 ton yang diajukan. Kebutuhan masyarakat NTB akan gula per bulan mencapai 2 ribu atau 24 ribu ton setahun.
” Pelaksanaan OP gula dan harga gula akan dilakukan setelah gula import berada di NTB. Tentu, OP gula akan dilakukan setelah ada koordinasi dengan Asosiasi Pedagang Gula Antar Provinsi Terbatas (APGAPT) NTB. Hal itu dalam upaya menstabilkan harga gula di pasaran, sehingga tidak meresahkan masyarakat. ” pungkasnya. (ozi)

Comments
Post new comment