Wali Kota Mataram Mutasi 73 Pejabat Eselon III, IV dan V
Mataram (Global FM Lombok) –
Sebanyak 73 pejabat lingkup Pemkot Mataram, senin pagi dimutasi Wali Kota Mataram H. M. Ruslan diruang kenari. Namun, tidak ada yang menarik dari mutasi yang dilakukan kali ini. Karena, pejabat yang dimutasi adalah pejabat eselon III, IV dan V. Para pejabat yang dimutasi kali ini, hanyalah untuk mengisi jabatan yang kosong setelah ditinggalkan pejabat lama yang telah pensiun serta meninggal dunia. Tetapi, ada juga pejabat kota ini yang mendapat kenaikan pangkat atau promosi.
” Mutasi ini jangan dikaitkan dengan kegiatan politik. Sebab, tidak ada pejabat kota ini yang dinonjobkan dari jabatannya. Mutasi ini juga untuk menghindarkan pegawai yang tidak bisa naik pangkat, akibat jabatan eselonering yang dipegang pegawai itu sendiri. ” kata H. M. Ruslan, dalam sabutannya, pada Mutasi pejabat lingkup Kota Mataram, Senin (22/2).
Ruslan pun mengingatkan Lurah lama dan yang baru dilantik, agar secepatnya melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat serta agama diwilayahnya. Mengingat, sebagai kepala atau pemimpin yang menaungi satu wilayah teritorial, para Lurah harus dekat dan bersatu dengan masyarakat. Ruslan mengaku bahwa dirinya sudah sangat dekat masyarakat, jadi kalau ada hal-hal yang tak sesuai harapan masyarakat maka warga pun langsung melapor padanya. Jangan sampai persoalan yang terkait dengan pelayanan pada masyarakat, diterima langsung dari warga Kota Mataram.
Terkait Kadis Dikpora Kota Mataram, Ruslan mengungkapkan, telah mengantongi tiga nama sebagai calon Kepala Dinas Dikpora Kota Mataram. Namun, Ruslan enggan menyebutkan tiga kandidat pengganti HL. Syafi’i. Yang jelas, posisi Kepala Dinas Dikpora kota akan diisi pejabat di lingkup Pemkot Mataram dan tidak akan ambil dari luar daerah.
” Tiga kandidat masih diseleksi terkait kependidikannya. Maksudnya, bukan masalah tingkat pendidikan calon tersebut, seperti bergelar magister atau doktor. Tetapi, latar belakang kependidikan dan hubungan atau koneksitas yang dibangun baik antara SKPD lingkup kota Mataram serta instansi vertikal. Banyak pejabat kota yang sudah memenuhi syarat untuk menduduki jabatan tersebut. Namun, kriteria Kepala Dinas Dikpora sangat berbeda dengan SKPD lain. Sehingga, tidak mudah untuk menempatkan pegawai pada posisi itu. ” paparnya.
Menurutnya kalau tidak ada hambatan, pada bulan ini juga posisi Kepala Dinas Dikpora Kota Mataram segera diisi. Lebih lanjut Ruslan mengatakan, untuk mengisi posisi Kepala Dinas Dikpora tentu akan diambil dari jabatan lain. Dengan demikian, jabatan yang telah ditinggalkan itu, harus diisi berdasarkan eselonering. Inilah yang menjadi tugas beratnya, terkait mutasi atau pergantian pejabat. Pasalnya, paska mengisi jabatan yang kosong tidak berarti telah tuntas.
Sementara, Ketua Baperjakat Kota Mataram H. L. Makmur Said memastikan bahwa tidak ada pejabat yang turun pangkat akibat mutasi ini. Justru, yang terjadi adalah beberapa pejabat mendapat promosi untuk menduduki jabatan lebih tinggi dari sebelumnya. Sekda kota Mataram ini juga mengutarakan, pergeseran jabatan sebagai salah satu upaya untuk memudahkan proses kenaikan pangkat pegawai. Senada dengan Wali Kota, Makmur pun membantah mutasi pejabat Pemkot Mataram bernuansa politik. Terlebih, sebagian lebih pejabat yang dimutasi kali ini tidak dikenal secara dekat oleh Wali Kota Mataram. ( ady )

Comments
Post new comment