Skip to Content

Warga Gili Gede Nyaris Bentrok Dengan Aparat Kepolisian

Mataram (Global FM Lombok)-
 
Empat orang warga Gili Gede, desa Pelangan, kecamatan Sekotong, kabupaten Lombok Barat, masing-masing HNF, MKS, MKR, dan MN kini menjadi buronan Polisi. Kempat orang ini kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) lantaran setelah dua kali dipanggil tetap tidak mengindahkan panggilan penyidik Kepolisian. Mereka ditetapkan menjadi tersangka atas dugaan pemalsuan dokumen surat kuasa berdasarkan Laporan no LP/K/236/IX/2009 pada tanggal  9 September 2009 lalu.
 
” Berdasarkan laporan tersebut Ditreskrim Polda NTB mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (Susprindik) dengan nomor 618/IX/2009/DR pada tanggal 14 Desember 2009. Namun, ketika keempat orang ini dipanggil untuk diperiksa, mereka tidak mengindahkan panggilan hingga dua kali. ” kata Kabid Humas Polda NTB, melalui Kasubid Publikasi, AKP L Wirajaya, ketika dikonfirmasi Global FM Lombok, diruang kerjanya, senin (25/1).
 
Wirajaya memaparkan, modusnya berawal pada tanggal 16 Februari 2009 lalu para tersangka diduga mengumpulkan tanda tangan warga pemilik lahan dari desa Gili Gede, Desa Pelangan,  kecamatan Sekotong, kabupaten Lombok Barat. Tandangan tersebut kemudian digunakan para pelaku untuk mengambil sertifikat milik dikantor Pertanahan Kabupaten Lombok Barat.
 
Lebih lanjut dijelaskan Wirajaya, karena tidak pernah mengindahkan panggilan Polisi akhirnya pada hari jumat tanggal 22 Januari 2010 satu regu anggota Ditreskrim Polda NTB dengan diketuai AKP Dewa Sidan diperintahkan untuk menjemput secara paksa para tersangka tersebut. Namun, penjemputan itu ternyata belum berhasil dilakukan karena menurut Wirajaya, masyarakat setempat belum ada sikap Kooperatif. Selain itu, lanjutnya, petugas juga terkendala dengan letak geografisnya yang sulit.
 
Buntut penjemputan paksa terhadap empat orang tersangka atas dugaan pemalsuan dokumen surat kuasa atas sejumlah lahan didesa Gili Gede, desa pelangan, kecamatan Sekotong, Lombok Barat, masyarakat setempat menjadi berang. Pasalnya, aparat kepolisian yang hendak menjemput keempat orang tersangka disinyalir telah salah tehnis sehingga masyarakat sempat menjadi ketakutan. Bahkan informasinya, warga sempat ditodong menggunakan senjata pistol. Selain itu, oknum petugas juga dituding telah mengganggu ketenangan masyarakat dalam beribadah akibat menggeledah rumah warga saat jam ibadah.
 
Ratusan warga Gili Gede, desa Pelangan, kecamatan Sekotong, kabupaten Lombok Barat, kemudian mendatangi markas Polda NTB,. Mereka menuntut salah seorang oknum Polisi bernama  Made Yase, agar dipecat. Made Yase adalah salah seorang anggota Ditreskrim Polda NTB yang tergabung dalam regu yang ditugaskan untuk menjemput empat orang warga Gili Gede yang ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemalsuan dokumen surat kuasa lahan milik warga.
 
Pantauan Global FM Lombok, ratusan massa aksi yang juga diikuti oleh kalangan ibu-ibu bahkan ada sebagian diantara mereka membawa anak kecil ini mendatangai gedung Polda NTB, senin siang. Mereka tiba sekitar pukul 11.20 wita, dengan menggunakan belasan kendaraan roda empat. Mereka membawa sejumlah poster dari triplek yang berisi kecaman dan tuntutan agar Made Yase dipecat dari jajaran Kepolisian.
 
Menurut massa aksi, oknum petugas tersebut diduga mengganggu ketenangan warga dalam menjalankan ibadah karena menggeledah rumah-rumah warga disaat warga tengah menjalankan ibadah. Selain itu, Made Yase menurut warga Gili Gede ini, sempat menakut-nakuti para ibu-ibu menggunakan senjata api.
 
Dalam aksinya warga yang terbakar emosi ini nyaris bentrok dengan aparat kepolisian yang berusaha menghalau massa yang memaksa masuk. Namun, warga yang marah terus berusaha mendobrak pagar betis aparat yang menjaga pintu gerbang gedung Mapolda NTB. Sempat terjadi aksi saling dorong antara massa dan aparat.
 
Salah seorang massa aksi yang berusaha mendobrak masuk kedalam area Mapolda NTB terpaksa diamankan petugas. Namun akhirnya dilepas setelah diberikan himbauan agar tidak anarkis. Setelah beberapa saat suasana memanas akhirnya warga bisa diredam petugas dan massa pun membubarkan diri dan kembali menuju kendaraan masing-masing. Kendati demikian ratusan warga itu mengancam akan datang kembali jika kasus ini tidak segera ditindak lanjuti.
 
Sebelumnya, Kabid Humas Polda NTB, melalui Kasubid Publikasi, AKP L Wirajaya, kepada Global FM Lombok, menilai, gagalnya anggota Ditreskrim Polda NTB menjemput paksa keempat orang tersangka tersebut lantaran warga Gili Gede, desa Pelangan, kecamatan sekotong Lombok barat tidak kooperatif. Selain itu, petugas juga terkendala dengan letak geografis yang cukup sulit sehingga belum bisa membawa keempat orang tersangka tersebut. (Lan)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Hadapi Pemilu, PAN NTB Konsolidasi Total

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
DPD PAN NTB sedang melakukan sebuah konsolidasi total dari tingkat daerah hingga tingkat masyarakat terkecil yakni RT. Pihaknya akan melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) ditingkat kecamatan hingga Muswarah Ranting (Musran) ditingkat desa, pembentukan rayon ditingkat dusun serta sub rayon ditingkat RT.

Dipimpin Sujirman, Fraksi PDIP Absen Ikuti Sidang Paripurna

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Sikap keras fraksi PDI P di DPRD NTB semakin terlihat jelas pada saat sidang paripurna DPRD NTB yang digelar Senin (6/02) pagi dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi terhadap dua raperda prakarsa dewan. Seluruh anggota fraksi PDIP absen mengikuti sidang paripurna. Adapun pandangan umum fraksi PDIP diserahkan kepada Sekretaris Dewan tampa dibacakan lansung didalam forum sidang tersebut.

Musda PAN Lotim Deadlock, DPD Akan Diurus DPW

 Mataram (Global Fm Lombok)-
 
Kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) PAN Lombok Timur (Lotim) yang digelar Minggu (29/01) lalu  berakhir dengan deadlock. Sebagian besar kandidat ketua DPD PAN Lotim memandang kegiatan Musda yang berlansung tidak sah karena sejumlah peserta walk out dari sidang. PAN Lotim akan ditangani secara lansung oleh DPW PAN NTB jika sampai tanggal 31 Januari ini peserta Musda tidak menemui kata sepakat.

Ekonomi

  • Stok Terbatas, Harga Elpiji dan Semen di NTB Masih Tinggi

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Setelah harga semen yang terus melambung tinggi beberapa bulan terahir, kini masyarakat kembali dipusingkan dengan harga elpiji 3 kilo gram yang masih limit. Sejumlah pengecer mengaku menjual elpiji sampai 25 ribu per tabung karena limitnya stok yang tersedia. Padahal harga normalnya hanya 15 ribu per tabung. Sementara harga semen sampai saat ini masih berkisar antara 70 sampai 75 ribu rupiah per sak.

  • Iklim Investasi Bagus, Keamanan Daerah Menjadi Penghambat

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Iklim investasi di provinsi NTB secara umum mengalami kemajuan. Hal itu terlihat dari hasil survey Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), dimana posisi provinsi NTB yang semua berada di papan bawah telah terdongkrak ke papan tengah. Salah satu yang membuat tren positif investasi daerah yakni factor infrastruktur yang terus mengalami peningkatan.

  • Pelanggan Broadband Telkomsel di NTB Bertambah 40 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Penggunaan layanan data berbasis pita lebar (broadband) pelanggan Telkomsel tahun 2011 di wilayah Bali dan Nusa Tenggara meningkat 100 persen dibandingkan trafik layanan data tahun 2010. Di mana, broadband tahun 2010 sebesar 1,8 terabyte per hari menjadi 3,5 terabyte per hari tahun 2011. Khusus di NTB, jumlah pelanggan broadband Telkomsel bertambah 40 persen. Melihat prilaku komunikasi pelanggan Telkomsel di NTB, diperkirakan jumlah pengguna layanan broadband tahun 2012 ini akan meningkat 30 persen.