Warga Sekarbela Keluhkan Perubahan Air
Mataram (Global FM Lombok) -
Warga Sekarbela kembali mengeluhkan kondisi air, khususnya air sumur yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Dimana, air yang dikonsumsi warga mulai berubah bau, rasa dan bahkan menjadi sat (keruh). Masyarakat sekitar menduga, perubahan tersebut terjadi karena adanya limbah mercury hasil gelondongan emas. Mengingat, kawasan Sekarbela merupakan sentral kerajinan emas dan banyak mesin gelondong yang masih beroperasi di kawasan tersebut.
Salah seorang warga yang enggan disiarkan namanya mengaku, akibat mengkonsumsi air yang berbau dan memiliki rasa, beberapa warga sudah menderita penyakit kulit ditandai dengan gatal-gatal. Mereka mengharapkan, Pemkot Mataram dapat mengambil tindakan tegas untuk mengatasi persoalan yang dihadapi warga.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Lingkungan Hidup (LH) Kota Mataram, H Muthawalli pada wartawan di rumah dinas Wakil Wali Kota Mataram selasa (20/7) mengutarakan, pihaknya sudah mengambil sample atau contoh air dan tanah, untuk dilakukan penelitian lebih lanjut di Laboratorium LH. Namun, dirinya belum dapat memastikan kapan hasil penelitian itu bisa diekspose. Karena, butuh waktu yang cukup lama untuk mengetahui adanya kandungan bahan kimia berbahaya dalam air dan tanah disekitar pemukiman warga.
Muthawalli menduga, air yang berubah rasa dan bau itu bukan dikarenakan limbah bahan kimia mercury, sebagai aktivitas gelondongan emas. Mengingat, limbah mercury tersebut tidak berbau dan tidak berasa. Tetapi, bisa mempengaruhi kesehatan kulit manusia yang berkontak langsung dengan limbah mercury. Hasil kajian sementara ini, lanjut Muthawali limbah mercury yang dihasilkan gelondongan emas masih dibawah ambang batas, yakni 0,0001 mg/lt. Itu masih aman dari standar yang ditoleransikan yakni 0,005 mg/lt. (ady)
ShareThis

Comments
Post new comment