Warga Transmigran Ngadu ke Dewan
Mataram (Global FM Lombok) -
Sejumlah transmigran asal Lombok yang dikirim ke Provinsi Maluku Utara (Malut) pada pertengahan Desember 2009 lalu mengakui lokasi petempatan transmigrasi yang ditunjuk oleh Pemprov NTB disana sangat memprihatinkan. Kondisi perumahan dan lingkungan masih jauh dari layak serta sejumlah fasilitas utama belum terbangun, sehingga perwakilan transmigran ini memutuskan untuk kembali ke Lombok dan mengadu ke DPRD NTB guna menyelesaikan persoalan ini.
” Semua rombongan yang berjumlah 25 KK atau 80 jiwa yang kini tinggal di UPT Fida SP 6 Desa Fida, Kecamatan Gene Timur Kabupaten Halmahera Provinsi Malut meminta agar segera dipindahkan ke lokasi yang lebih bagus. ” sebut Ketua rombongan transmigran asal Lombok, Arifin disela pertemuan dengan anggota komisi IV DPRD NTB serta dengan pejabat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) yang dilaksanakan dikantor DPRD NTB rabu (27/1).
Menurut Arifin, semua rombongan tidak bisa hidup dengan kondisi yang serba kekurangan didaerah tujuan transmigrasi. Dimana gedung sekolah, tempat ibadah, puskesmas serta fasilitas akses jalan semuanya belum terbangun. Akibat dari masih belum terbangunnya infrastruktur lokasi transmigrasi itu sebanyak 40 anak-anak rombongan terpaksa putus sekolah. Sebab jarak terpendek untuk akses ke sekolah sejauh 27 kilo meter. Akses jalan ini pun masih sangat sulit untuk dijangkau.
Terkait dengan persoalan ini, ketua komisi IV DPRD NTB Patompo Adnan Lc meminta agar pihak Disnakertrans NTB mensurvey kembali lokasi yang dikeluhkan oleh warga tersebut. Patompo juga meminta agar dilokasi penempatan transmigrasi segera dibangun semua fasilitas mendasar yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kabid Penyiapan, Pembinaan Pemukiman Transmigrasi (P3T) pada Disnakertrans NTB Syarifudin yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan, pihaknya akan segera mengecek kembali lokasi transmigrasi yang dikeluhkan oleh warga tadi. Ia mengatakan, untuk memindahkan lokasi transmigrasi dari Malut ke pulau lainnya di Indonesia prosedurnya masih cukup panjang dan sulit. Karena itu, ia akan segera melengapi semua kebutuhan transmigran asal NTB yang kini menetap di Maluku Utara.(ris)

Comments
Post new comment