Waspadai Sindikat Pembobol Kartu ATM
Mataram (Global FM Lombok)-
Maraknya aksi pembobolan kartu ATM disejumlah daerah termasuk NTB oleh para sindikat dalam beberapa waktu terakhir ini membuat keresahan ditengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, diharapkan kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap kemungkinan terjadinya pembobolan saldo tabungan melalui kartu ATM. Langkah preventif yang harus dilakukan oleh masyarakat pemilik kartu ATM yakni agar sering-sering mengganti nomer PIN.
” Namun, jika sudah terlanjur menjadi korban pembobolan agar segera melaporkan secepatnya kepada pihak Bank atau aparat keamanan terdekat. ” kata himbau pimpinan Bank Indonesia cabang Denpasar, Jeffry Kairupan, ketika dikonfirmasi Global FM Lombok, diBank Indonesia cabang Mataram, kamis (21/1).
Jeffrey mengatakan, aksi pembobolan kartu ATM ini terjadi seiring semakin meningkatnya perkembangan tekhnologi. Para pelaku yang terlibat dalam aksi ini menurutnya, adalah orang-orang yang sudah faham tekhnologi. Oleh karena itu masyarakat diharapkan agar lebih waspada dan jika terlanjur menjadi korban agar segera melaporkan kepada pihak Bank agar ditangani dengan diberikan ganti rugi terhadeap para korban. Ditanya kemungkinan keterlibatan orang dalam, Jeffrey tidak berani memastikan. Menurutnya, hal itu adalah wewenang Kepolisian untuk melakukan penyelidikan.
Jeffrey menilai, dalam aksinya para sindikat menggunakan semacam alat berukuran kecil semacam Screaming program yang dipasang biasanya di Toko atau dimesin ATM. Alat ini digunakan sebagai perekam sehingga nomor PIN korban berhasil diketahui. Untuk mengantisipasinya, Jeffrey juga menyarankan, agar masyarakat sering-sering mengganti nomor PIN, selain pengamanan dari pihak Bank juga harus ditingkatkan dengan system pengamanan menggunakan tekhnologi yang lebih canggih dan melakukan pemeriksaan terhadap semua mesin ATM yang dimilikinya.
” Bagi masyarakat yang hendak menarik uang melalui mesin ATM, agar tidak menggunakan mesin ATM pada satu tempat melainkan berpindah-pindah atau tidak pada satu lokasi. ” himbaunya. Lebih lanjut dijelaskan Jeffrey, sejauh ini pihaknya telah menggantikan uang nasabah yang menjadi korban pembobolan mesin ATM yakni sekitar Rp 2 milyar dari sekitar 40 orang yang telah menjadi korban disejumlah daerah di Indonesia. Kejahatan ini menurutnya, adalah hal yang biasa seiring berkembangnya perekonomian yang tentunya tidak akan lepas dari peluang terjadinya tindak kejahatan. Tehknis pengamanan dari pihak perbankan dikatakannya, kedepannya akan lebih sistematik dengan system pengamanan berlapis sehingga peluang terjadinya tindak kejahatan akan lebih berkurang. (Lan)

Comments
Post new comment