Wisata Senggigi Seperti Kehilngan Nilai Seninya
Mataram (Global FM Lombok) -
Kawasan wisata Senggigi di Lombok Barat (Lobar) perlahan sudah mulai kehilangan nilai seninya karena persoalan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang belum bisa dilaksanakan dengan optimal. Keberadaan PKL yang tidak tertata di wilayah Senggigi menjadikan wilayah tersebut terlihat kurang indah. Padahal Singgigi merupakan destinasi wisata unggulan di NTB.
” Dari beberapa kali kunjungannya ke Senggigi, masalah revitalisasi PKL memang belum bisa ditangani dengan baik. Oleh karena itu harus ada upaya-upaya yang kongkrit terutama dari pemerintah kabuapten Lombok Barat untuk menyelesaikan persoalan ini. “ kata Anggota komisi II DPRD NTB Mohammad Hadi Sulton kepada Global FM Lombok di Mataram Senin (16/8).
Selain itu, dari kegiatan resesnya beberapa waktu yang lalu, masalah kebersihan pantai Senggigi menjadi sorotan utamanya. Kali Loco yang bermuara di kawasan pantai Senggigi sering membawa sampah-sampah rumah tangga jika kali tersebut sedang banjir atau mengalir secara normal. Kali Loco sebenarnya lebih sering tidak mengalirkan air sepanjang tahun. Namun karena masyarakat sering membuang sampah dikali kering tersebut, ahirnya jika musim hujan datang sampah-sampah akan mengalir ke pantai Senggigi.
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sekali lagi diharapkan bisa menyediakan tong-tong sampah yang bersekala besar agar masyarakat tidak lagi membuang sampah di kali Loco yang kering tersebut. Ia mengajak pemerintah dan masyarakat untuk menyelamatkan pantai Senggigi dari ancaman kerusakan atau ketidaknyamanan yang disebabkan oleh aktifitas manusia.(ris)
ShareThis

Comments
Post new comment